Nama baju India dan Pakistan, lengkap sama bedanya
Kurta, kameez, anarkali, lehenga. Mana yang mana, dan gimana cara bedainnya.
Pertama kali lihat baju India atau Pakistan, biasanya bingung. Bentuknya mirip-mirip, namanya banyak, dan yang jual sering nyebut asal.
Padahal bedanya jelas kalau udah tau apa yang harus dilihat. Kadang cuma soal ada jahitan di pinggang atau nggak.
Di bawah ini nama baju India dan Pakistan yang paling sering ketemu, sama cara gampang bedainnya.
Atasan
Kurta. Kurta adalah atasan panjang yang belahannya di sisi kiri kanan. Panjangnya macam-macam, dari sepaha sampai bawah lutut. Ini yang paling gampang dipakai karena bisa dipadu sama celana yang udah kamu punya.
Kurti. Versi yang lebih pendek dari kurta, biasanya sepinggul atau sepaha, dan potongannya lebih ngepas di badan. Bedanya cuma di panjang sama potongan.
Kameez. Sebenernya sama aja sama kurta. Istilahnya dipakai kalau dia bagian dari satu set shalwar kameez. Jadi kalau dijual sepaket sama celana dan dupatta, biasanya disebut kameez.
Dari koleksi

Kurta hitam chiffon zari gold 3 potong plazo
Baju satu potong
Anarkali. Ngepas di badan bagian atas, terus melebar lebar mulai dari bawah dada sampai bawah. Satu potong menyatu, nggak ada sambungan di pinggang. Panjangnya sampai mata kaki. Melebarnya inilah yang bikin jatuhnya luwes waktu jalan.
Pishwas. Mirip anarkali tapi bawahnya lebih lebar lagi, dan seringnya dari bahan berat kayak beludru. Biasanya buat acara malam.
Angrakha. Bagian depannya menyilang terus diikat di samping, kayak kimono. Ini potongan paling tua di antara semuanya. Sekarang lebih sering muncul sebagai detail, bukan potongan utuh.
Baju dua potong
Lehenga. Rok lebar yang terpisah, dipasangkan sama atasan pendek dan dupatta. Ada garis pinggang yang jelas misahin rok sama atasannya. Ini yang paling formal, biasanya buat pengantin.
Sharara. Celana yang melebar mulai dari lutut ke bawah, jatuhnya mengalir kayak rok. Dipakai sama kameez pendek dan dupatta.
Gharara. Mirip sharara, tapi ada sambungan mendatar di lutut yang biasanya dikasih pita gota. Dari jauh kelihatan sama, dari dekat sambungannya kelihatan jelas.
Bawahan
Shalwar. Celana longgar yang mengerucut di mata kaki. Nyaman banget dan paling sering ketemu.
Churidar. Celana yang ngepas di kaki, panjangnya sengaja dilebihin biar numpuk jadi lipatan kecil di pergelangan. Namanya dari kata churi, artinya gelang.
Trouser. Celana lurus biasa. Paling modern dan paling gampang dipakai sehari-hari.
Palazzo. Celana lebar dari pinggang sampai bawah. Bukan asli dari sana, tapi sekarang sering dijual sepaket.
Dupatta
Selendang panjang yang jadi bagian dari hampir semua set. Panjangnya sekitar dua setengah meter.
Cara pakainya banyak. Disampirkan satu bahu kalau mau bordir dadanya kelihatan. Dililit dua bahu kalau mau lebih tertutup. Atau langsung dipakai kerudung.
Di beberapa daerah namanya beda. Odhni, chunni, chunari, semuanya benda yang sama.
Yang sering ketuker
Ini bagian yang paling sering bikin salah beli.
Anarkali atau gamis? Anarkali melebar tajam mulai dari bawah dada. Gamis jatuh lurus dari bahu sampai bawah. Dilihat dari samping, anarkali bentuknya kayak lonceng, gamis kayak garis lurus.
Lehenga atau anarkali? Lehenga punya jahitan di pinggang yang misahin rok sama atasan. Anarkali menyatu, nggak ada sambungan. Cek bagian pinggangnya, itu aja.
Sharara atau gharara? Gharara ada sambungan mendatar di lutut, biasanya dikasih pita emas. Sharara mulus dari pinggang sampai bawah.
Kurta atau kurti? Cuma soal panjang. Kurta lebih panjang, kurti lebih pendek dan lebih ngepas.
Shalwar atau churidar? Shalwar longgar terus mengerucut di mata kaki. Churidar ngepas dan numpuk jadi lipatan kecil di pergelangan.
Istilah bordir yang sering muncul
Kalau baca deskripsi produk, istilah ini bakal sering ketemu.
Zari. Benang logam, emas atau perak, yang ditenun atau dijahit ke kain.
Zardozi. Bordir pakai kawat logam yang ditarik satu per satu ke kain yang direntangkan di bingkai kayu. Ini yang paling makan waktu.
Gota. Pita emas atau perak yang dijahit jadi motif, seringnya di tepi lengan sama bawah.
Dabka. Benang logam yang dipilin jadi per kecil terus dijahit rapat. Bikin permukaannya timbul.
Resham. Benang sutra warna. Ini yang bikin motif bunga yang warnanya macam-macam.
Mukaish. Titik logam kecil yang ditusukkan ke kain satu per satu. Kelihatan kayak taburan bintang.
Tilla. Bordir benang emas khas Kashmir, motifnya biasanya bunga.
Kain yang sering dipakai
Lawn. Katun yang ditenun sangat halus. Aslinya buat musim panas Punjab yang tembus 45 derajat, makanya adem banget dipakai di sini.
Khaddar. Katun tenun tangan yang lebih tebal. Di sana buat musim dingin, di Indonesia lebih cocok buat ruangan ber-AC.
Jamawar. Kain tenun yang motifnya udah ada dari benangnya, bukan dibordir belakangan.
Net. Kain jaring. Selalu ada furingnya karena tembus pandang.
Organza. Tipis tapi kaku, jadi bentuknya agak berdiri. Sering buat dupatta.
Chiffon. Tipis dan jatuhnya mengalir. Enak dipakai tapi gampang nyangkut.
Yang mana yang cocok buat kamu
Kalau baru pertama coba, mulai dari kurta atau shalwar kameez. Gampang dipakai, nggak ribet, dan bisa buat harian.
Buat kondangan atau acara resmi, anarkali paling aman. Udah satu set sama dupattanya, jadi nggak perlu mikir padu padan lagi. Kalau bingung soal warna sama potongan, kami tulis lengkap di panduan outfit kondangan.
Lehenga sama sharara lebih formal lagi, biasanya buat acara besar atau pengantin.
Baju khas India dan Pakistan emang namanya banyak. Tapi begitu tau bedanya, milihnya jadi jauh lebih gampang.

