Outfit kondangan: apa yang perlu dicek dulu
Jam berapa, di mana, dan warna apa yang sebaiknya dihindari.
Undangan datang, terus bingung mau pakai apa. Lemari penuh tapi rasanya nggak ada yang cocok.
Masalahnya biasanya bukan nggak punya baju. Tapi nggak yakin outfit kondangan yang mana yang pas buat acaranya. Kondangan pagi di gedung itu beda sama resepsi malam di hotel. Akad beda sama resepsi.
Di bawah ini kami tulis apa aja yang perlu dicek sebelum milih baju kondangan, sama beberapa hal yang sering kelewat.
Baca undangannya dulu
Sebelum buka lemari, baca lagi undangannya. Biasanya ada tiga info yang menentukan semuanya.
Jam berapa. Pagi sampai sore beda sama malam. Acara siang cenderung lebih santai dan warnanya lebih terang. Malam lebih formal, bahan yang agak berkilau baru masuk akal di sini.
Di mana. Gedung ber-AC beda jauh sama halaman rumah atau taman. Kalau di luar ruangan, bahan yang berat bakal bikin menyesal dalam satu jam.
Ada dress code nggak. Kalau ada, ikuti. Kalau nggak ada, aman pakai yang sopan dan nggak terlalu mencolok.
Akad dan resepsi itu beda
Akad biasanya lebih kecil, lebih khidmat, dan sering di masjid atau rumah. Yang pas itu potongan tertutup, warna kalem, bahan yang nggak berkilau. Nggak perlu berlebihan.
Resepsi lebih ramai dan lebih longgar aturannya. Di sini kamu boleh pakai yang lebih ramai bordirnya, warna yang lebih berani, dan bahan yang lebih mewah.
Kalau diundang ke dua-duanya di hari yang sama, gampangnya: pakai yang lebih kalem waktu akad, terus ganti dupatta atau selendang buat resepsi. Nggak harus ganti baju full.
Warna baju kondangan yang sebaiknya dihindari
Ini yang paling sering bikin nggak enak hati kalau kelewat.
Putih. Jangan. Ini warnanya pengantin. Termasuk broken white, ivory, sama krem yang kelewat terang. Patokan gampangnya: kalau di foto nanti kelihatan putih, jangan dipakai.
Warna yang sama sama pengantin. Kadang keluarga udah kasih tau tema warnanya lewat undangan atau story. Kalau pengantinnya pakai dusty pink, tamu sebaiknya cari warna lain.
Warna seragam keluarga. Kalau keluarga inti pakai satu warna tertentu, tamu yang pakai warna sama bisa kelihatan salah tempat di foto. Bukan salah besar, tapi lebih enak dihindari.
Merah menyala di acara adat tertentu. Di beberapa daerah merah terang punya arti khusus. Kalau ragu, tanya aja sama yang ngundang. Nggak apa-apa nanya.
Yang hampir selalu aman: navy, hijau botol, marun, sage, mocca, dusty tone, sama ungu terong.
Soal bahan: dress kondangan yang adem dipakai berjam-jam
Kondangan di Indonesia itu panjang. Datang, salaman, foto, makan, nunggu, foto lagi. Bisa tiga jam berdiri.
Yang bikin nggak nyaman biasanya bukan modelnya. Tapi bahannya.
Dua hal yang perlu dicek:
- Furingnya apa. Kalau lapisan dalamnya polyester, keringat nempel di badan dan nggak kering-kering. Furing katun jauh lebih adem walau dipakai seharian.
- Nerawang atau nggak. Bahan tipis kelihatan bagus di foto, tapi bikin nggak tenang kalau kena lampu gedung. Cek di bawah cahaya terang sebelum berangkat.
Kalau acaranya di luar ruangan, tambah satu lagi: hindari bahan yang berat kayak beludru. Cantik, tapi nggak buat siang hari di Indonesia.
Outfit kondangan buat yang berhijab
Yang paling menentukan itu potongannya, bukan warnanya.
- Lengan panjang penuh sampai pergelangan
- Kerah nggak terlalu terbuka. Kalau agak terbuka, tutup pakai selendang atau dupatta
- Panjang minimal sampai bawah lutut, lebih aman sampai mata kaki
- Bahan yang jatuhnya bagus, biar nggak nempel di badan
Dupatta itu berguna banget di sini. Disampirkan satu bahu kalau mau bordir dadanya kelihatan, dililit dua bahu kalau mau lebih tertutup, atau langsung dipakai kerudung.
Tiga tingkat budget
Di bawah Rp 500.000. Cari potongan yang simpel dengan bahan yang enak, bukan yang bordirnya ramai tapi bahannya kaku. Satu warna polos yang jatuhnya bagus kelihatan lebih mahal daripada bordir murah.
Rp 500.000 sampai Rp 1.500.000. Di sini kamu mulai dapat bordir tangan dan furing yang bener. Ini rentang yang paling masuk akal kalau kamu butuh dress kondangan beberapa kali setahun.
Di atas Rp 1.500.000. Sulaman tangan yang padat, bahan sutra atau net berlapis, jahitan yang rapi di bagian dalam juga. Masuk akal kalau bajunya bakal dipakai berkali-kali, bukan sekali doang.
Satu saran: mending beli satu yang bagus terus dipakai tiga kali, daripada tiga yang murah yang cuma dipakai sekali.
Yang sebaiknya nggak dipakai
- Jeans, walaupun modelnya bagus
- Sandal jepit atau sandal terlalu kasual
- Baju kerja yang kelihatan banget baju kerja
- Apa pun yang lebih mencolok daripada pengantinnya
Yang terakhir itu bukan aturan tertulis, tapi kerasa banget kalau kelewat.
Kalau bosan sama pilihan yang itu-itu aja
Kebanyakan orang milih dari toko yang sama, jadi wajar kalau di satu acara ada dua tiga orang yang bajunya mirip.
Potongan dari Pakistan bisa jadi jalan keluar. Bordirnya beda, warnanya beda, dan kemungkinan besar nggak ada yang pakai baju sama di acara yang sama.
Anarkali paling gampang dipakai buat kondangan, dan jadi outfit kondangan yang jarang kembaran. Melebar dari bawah dada, jatuhnya luwes waktu jalan, dan udah satu set sama dupattanya. Nggak perlu mikir padu padan lagi.
Masih ragu sama istilahnya, atau baru mulai lihat-lihat potongan Pakistan? Kami tulis ringkasannya di halaman baju India wanita.
